Narasumber : Irdha Diah Utami (2011)
Setelah
kelompok kami mengajukan beberapa pertanyaan kepada Kak Irdha ternyata banyak sekali
tugas yang diberikan ketika semester 2. Kakak yang lahir di Kota Medan ini
menjelaskan bahwa banyak sekali tugas yang dikerjakan secara berkelompok dan
kebanyakan yaitu survei, survei dibagi menjadi dua yaitu survei besar dan
survei kecil. Survei kecil hanya
meliputi wilayah Undip saja dan hanya menentukan titik koordinat menggunakan
GPS dan itu hanya kelompok kecil (sekitar 4 orang). Sedangkan survei besar itu
kurun waktunya 1 semester dan pada waktu itu Kak Irdha mendapatkan tugas ke
Kota Kendal untuk mengidentifikasi tata guna lahan dan dibagi perkecamatan dan
dipresentasikan diakhir semester. Di
semester 2, pada mata kuliah teknik komunikasi diajarkan membuat web, blog,
film dokumenter, dll. Dalam teknik k0omunikasi diajarkan mengkomunikasikan ide
kita kepada publik. Biasanya dosen hanya memberikan pengantar saja dan kita
dituntut untuk menggali materi itu sendiri.
Kak
Irdha menjelaskan bahwa semseter 1 itu masih diberikan tugas-tugas pribadi
seperti di SMA akan tetapi kalau disemester 2 lebih banyak berkelompok. Materi
itu harus mengikuti alur dan lebih dibebankan kepada tuga dengan bimbingan
asisten dosen. Kakak kelahiran 6 Juni 1994 ini mengatakan kendala dalam
menjalani semester 2 yaitu memanajemen waktu antara organisasi, tugas individu,
dan tugas kelompok. Di dalam suatu kelompok setiap orang berbeda-beda sifatnya,
jadi harus bisa menyesuaikan diri dan membuat pikiran satu kelompok tersebut
menjadi satu dan sejalan. Pada semester 2 terdapat banyak hal seru karena bisa
mendapatkan pengalaman baru dengan survei ke wilayah-wilayah baru, dan belajar
teknologi komunikasi (film).
Kak Irdha juga
memberikan pesan kepada kami sebagai mahasiswa baru untuk bisa menyesuaikan
diri dengan lingkungan perkuliahan yang sangat berbeda dengan masa SMA,
mengkondisikan diri dalam kelompok, mengingatkan teman jika ada kesalahan, dan
harus menjaga kesehatan.
Narasumber : Septa Yuda (2010)
Ketika kami mengajukan pertanyaan
‘bagaimana semester sekarang ini’, Kak Septa mengatakan bahwa semester 4 adalah
semester yang paling mengerikan karena harus bisa membagi waktu antara kuliah
dan kerja dan itu merupakan tantangan baginya.
Materi perkuliahan yang ada di semester 4 antara lain perencanaan kota,
perencanaan wilayah, dan studio proses perencanaan.
Kakak yang lahir pada bulan Mei
ini menjelaskan Studio Proses Perencanaan itu kita mendapat satu lokasi dan
kita harus mencari info atau isu permasalahan yang ada di lokasi tersebut dan
kita juga harus survei ke lapangan. Dari survei tersebut kita bisa mendapatkan
data-data, membuat langkah-langkah, dan juga harus bisa mendapat solusi dan
penanggulangannya untuk masa yang akan datang. Penempatan wilayah itu semua
tergantung dosen dan biasanya dicari wilayah yang belum terjamah orang dan kita pada saat itu
dituntut untuk bisa berbicara.
Kak Septa mengatakan bahwa
kendala pada saat itu ialah keteteran karena banyak tugas dan harus membagi
waktu antara kuliah, kerja, dan organisasi. Akan tetapi materi yang diberikan oleh
dosen itu benar-benar bermanfaat. Kak Septa juga memberikan tips agar kita bisa
mendapatkan nilai yang bagus yaitu niat, feeling, dan harus membaca kontrak
kuliah terlebih dahulu sebelum kuliah jadi kita bisa mempersiapkan materi
jauh-jauh hari.
Narasumber : Ninik Wahyuning Sitias (2010)
Kakak kelahiran 5 Januari 1991 ini adalah
Ketua Kajian Annisa dalam Organisasi Al-Madinah. Menurutnya, mengatur waktu itu
adalah prioritas utama dalam semester 4. Masalah tugas kelompok harus dikerjakan
bersama. Memilih jurusan Planologi ini adalah memang kemauannya.
Kendala dalam semester 4 ini
adalah fisik yang benar-benar drop karena
harus bergadang disebabkan oleh banyaknya tugas yang harus diselesaikan dengan deadline waktu yang hampir bersamaan.
Materi yang paling sulit di semester 4 adalah perencanaan tapak yang
mengerjakannya harus bersama kelompok. Survei ke banyak tempat dan harus selalu
menjaga kesehatan.
Kakak yang berasal dari Sragen
ini baru bergabung dalam PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa) pada semester 3.
Kakak yang akrab dipanggil Tias ini memiliki rekan tim dari Teknik Kimia dan
proposal PKM-nya lolos ke tim pusat. Kak Tias mengatakan kalau semester 3 lebih
berat dari semester 4. Kakak ini aktif dan energic
dan IP terakhinya adalah 3,30 dan IPK-nya 3,50.
Narasumber : Lupita Fajri Anisa (2009)
Kami telah mengajukan beberapa
pertanyaan kepada kak Lupita mengenai sistem perkuliahan pada semester 6. Kakak
yang akrab dipanggil ‘Pita’ ini mengatakan bahwa semester 6 mata kuliah yang
paling sulit ialah studio rancang dan manajemen survei. Sedangakan pada
semester 5 itu lebih santai dan pasti banyak tugas tetapi pada semester 4 lebih
sulit.
Kakak yang lahir pada 8 Oktober
1991 ini menceritakan bahwa enaknya pada semester 6 ini adalah saat studio
kelompok, yang anggota kelompok itu sudah seperti keluarga sendiri. Dan
susahnya pada semester 6 yaitu survei karena karena deadline tugas akhir hampir
berbarengan. Untuk survei itu kita bisa bolak-balik dan kotanya ditentukan oleh
dosen. Studio perumahan dan permukiman
itu paling sulit tiap minggu harus ada progress dan presentasi. Dan pada
semester ini juga ada KKL ke luar negeri selama seminggu untuk observasi dan
mengikuti kuliah disana.
Kakak dengan IP 3,54 ini merasa
kendala dalam semester 6 yaitu keteteran untuk mangatur waktunya jika ada
jadwal lembur, sampai menginap di kosan teman, ataupun pulang jam 12 malam. Tiap semester hampir sama hanya yang
membedakan yaitu tugasnya. Pesan yang diberikan kakak asal Jambi ini yaitu kita
harus rajin masuk kelas, membuat tugas, dan kita juga enjoy aja karena di
jurusan Planologi itu berbeda dengan jurusan teknik lain dan bisa dapat
keluarga baru.
Narasumber : Adhitya Eka P (2007)
Kakak yang
kami temui di ruangan MPWK ini telah lulus S1 dari Planologi Undip tahun 2011 dan
sekarang sedang melanjutkan pendidikan S2-nya.
Semester 8 menurut kak Adit adalah ketika skripsi, tugas akhir (TA), dan
KKN. KKN itu adalah ketika mahasiswa berkumpul, kerja sama-sama, dan terjun
langsung ke masyarakat, menerapkan ilmu kita dalam kehidupan masyarakat. Dari
semua semester yang kami tanyakan, menurut Kak Adit, semester 2 (dalam mata
kuliah Interpretasi Ruang) dan semester4 adalah yang paling berat.
Kakak kelahiran 4 April 1990 ini
mengatakan bahwa skripsi yang menjadi pertimbangan untuk masuk sebuah jurnal
adalah skripsi yang membahas isu-isu yang masih baru, ide-ide yang fresh,
cara penulisan, bagaimana isi pembahasan, dll.
Ketika di Planologi enaknya
adalah bareng-bareng terus, kerja, makan, tetapi ketika sudah mulai mengerjakan
TA akan sendiri-sendiri, jarang ketemu.
Dalam mencapai kelulusan ada 3
tahap sidang yang dilalui yaitu sidang proposal, sidang pembahasan, dan sidang
akhir. Untuk konsultasi skripsi harus membuat janji dengan dosen pembimbing dan
waktunya kita yang mengatur, tidak harus berkala. Dalam semester 7 mahasiswa
akan diajarkan tentang Metodologi Penelitian, yaitu temanya apa, bagaimana cara
melakukan penelitian, metode pendekatan dengan menggunakan apa, mengumpulkan
data, setelah itu ada sidang proposal, kemudian survei.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar